Senin, 02 Januari 2012

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT ABRAHAM MASLOW

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT ABRAHAM MASLOW

Kebutuhan Menurut Abraham Maslow
TEORI
Menurut Abraham Maslow, apabila suatu kebutuhan terpenuhi, maka kebutuhan itu tidak lagi merupakan motivator perilaku. Kebutuhan-kebutuhan dengan kekuatan tinggi, yang telah terpenuhi kadang-kadang dinyatakan seseorang sebagai kebutuhan “satisficed” yaitu kebutuhan yang telah terpenuhi dalam kadar tertentu sehingga kebutuhan lain lebih potensial. Apabila kebutuhan yang paling kuat adalah rasa haus, maka minum akan menurunkan desakan tersebut, dan selanjutnya kebutuhan lain menjadi lebih penting.
Teori Kebutuhan Maslow
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada di antara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera. Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan makhluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha.
Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
A.H Maslow mengemukakan sejumlah proporsi penting tentang perilaku manusia sebagai berikut:
1. Manusia merupakan makhluk yang serba berkeinginan (man is a wanting being). Ia senantiasa menginginkan sesuatu dan menginginkannya lebih banyak. Tetapi, apa yang diinginkannya, tergantung pada apa yang sudah dimiliki olehnya. Setelah salah satu di antara keinginan manusia dipenuhi muncullah keinginan lain. Proses tersebut tiada akhirnya. Ia berkelanjutan sejak manusia lahir, hingga ia meninggal dunia. Maka kebutuhan-kebutuhannya pada umumnya tidak mungkin terpuaskan semuanya.
2. Sebuah kebutuhan yang dipenuhi, bukanlah sebuah motivator perilaku. Hanya kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi, memotivasi perilaku. Untuk menjelaskannya perhatikan misalnya kebutuhan kita akan hawa udara. Kebutuhan tersebut hanya mempengaruhi perilaku kita, apabila kita tidak mendapatkannya, atau mengalami ancaman tidak mendapatkan hawa udara yang kita perlukan. Jadi, dengan demikian hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi menyebabkan timbulnya kekuatan-kekuatan besar, atas apa yang dilakukan seseorang.
3. Kebutuhan manusia diatur dalam suatu seri tingkatan-suatu hirarki menurut pentingnya masing-masing kebutuhan. Setelah kebutuhan yang paling mendasar terpenuhi, meningkatlah pada kebutuhan selanjutnya yang lebih tinggi, yang menuntut pemuasan.
Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Kelima tingkatan kebutuhan ini perlu diketahui oleh pimpinan organisasi dan berusaha untuk memuaskannya bagi para bawahannya. Kelima tingkatan kebutuhan itu, menurut Maslow, ialah:

1. Kebutuhan-kebutuhan yang Bersifat Fisiologis (physiological needs). Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal, yaitu:
Sandang
Pangan, dan
Tempat berlindung (istilah dalam bahasa Jawa: papan)
Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan kebutuhan-kebutuhan yang amat primer karena kebutuhan-kebutuhan inilah yang perlu dipenuhi untuk mempertahankan hidup dan telah terasa sejak seorang manusia dilahirkan hingga ia memasuki liang kuburnya.
2. Kebutuhan Rasa Aman
Kebutuhan-kebutuhan keamanan ini mengarah kepada dua bentuk, yakni:
a. kebutuhan akan keamanan jiwa, yang bagi pimpinan organisasi terutama berarti keamanan jiwa di tempat pekerjaan pada waktu jam kerja. Dalam arti luas tentunya setiap manusia membutuhkan keamanan jiwanya di manapun ia berada.
b. Kebutuhan akan keamanan harta, di tempat pekerjaan pada waktu jam kerja.
Pentingnya pemuasan kebutuhan ini jelas terlihat dan amat terasa pada organisasi modern di mana pimpinan organisasi selalu mengutamakan keamanan dengan mengecek alat-alat yang dipergunakan. Bentuk lain dari pemuasan kebutuhan ini ialah dengan jalan memberikan perlindungan asuransi pada karyawan organisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar