Senin, 12 Desember 2011

psikoneuroimunologi

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan atau olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan atau olah raga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Dengan majunya dunia tehnologi memudahkan semua kegiatan sehingga menyebabkan kita kurang bergerak (hypokinetic), seperti penggunaan remote kontrol, komputer, lift dan tangga berjalan, tanpa dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan menimbilkan penyakit akibat kurang gerak. Gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja (sedentary) dan kurang gerak ditambah dengan adanya faktor risiko, berupa merokok, pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, pembuluh darah, penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, berat badan lebih, osteoporosis, kanker usus, depresi dan kecemasan. Studi WHO pada faktor-faktor risiko menyatakan bahwa gaya hidupduduk terus-menerus dalam bekerja adalah 1 dari 10 penyebab

kematian dan kecacatan di dunia. Lebih dari dua juta kematian setiap tahun disebabkan oleh kurangnya bergerak/aktifitas fisik. Pada kebanyakan negara diseluruh dunia antara 60% hingga 85% orang dewasa tidak cukup beraktifitas fisik untuk memelihara fisik mereka.

Menurut penelitian yang bekerja sama dengan WHO tahun 1999,menyatakan bahwa penyakit tidak menular atau degeneratif merupakan penyebab 60% kematian dan 43% beban penyakit global.Tahun 2020 diperkirakan penyakit tidak menular menjadi penyebab

73% kematian dan 60% beban penyakit global. Demikian juga hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), proporsi penyakit kardiovaskuler meningkat dari tahun ke tahun sebagai akibat kematian;5,9% tahun 1975, 9,1% tahun 1986, 16% dan pada tahun 1995 19%. Diberbagai negara maju dan berkembang, lebih dari 25 tahun terakhir penyakit tidak menular tersebut menjadi penyebab kematian nomor satu.

Hasil penelitian Dede Kusmana tahun 2002 memperlihatkan bahwa orang yang mempunyai gaya hidup : tidak merokok, berolahraga secara teratur, dan melakukan kerja fisik, ternyata berpeluang lima kali lebih tinggi terhidar dari penyakit jantung dan stroke dari pada yang bergaya hidup sebaliknya.

Selanjutnya menurut Manoefris Kasim, tahun 2002, menambahkan bahwa faktor kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga terkena penyakit kardiovaskular, serta penyakit diabetes mempunya risiko terkena penyakit jantung koroner empat kali lebih tinggi dibanding

yang tidak menderita diabetes. Agar masyarakat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. WHO

dalam memperingati Hari Kesehatan Sedunia ke 54, 7 April 2002 menetapkan tema "Fit For Health" yang berkembang menjadi "Move For Health" diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Bergerak Agar Sehat dan Bugar". Oleh karena itu kegiatan aktifitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga perlu menjadi gerakan masyarakat.

B.Tujuan

untuk meningkatkan pengetahuandan pemahaman para petugas kesehatan tentang kesehatan olahraga ditingkat pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas), dan tingkat pelayanan kesehatan rujukan (Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat)/BKOM, Rumah Sakit) sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit tidak menular dan dapat meningkatakan derajat kesehatan, kebugaran serta produktifitas kerja.

BAB II

PEMBAHASAN

2. PENGERTIAN

1. Bergerak/aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yangmeningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran Kalori)

2. Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana danterstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

3. Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

4. Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan seharihari

tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yangberlebihan.

5.Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian ( adaptasi ) terhadap pembebasan fiisk yang diberikan kepadanya ( dari kerja yang dilakukan sehari-hari ) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Tidak menimbulkan kelelahan yang berarti maksudnya ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan / aktivitas, masih mempunyai cukup semangat dan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lainnya yang mendadak.

3. MANFAAT AKTIFITAS FISIK

3.1Manfaat Fisik/Biologis

  • . Menjaga tekanan darah tetap stabil dalam batas normal.
  • . Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
  • . Menjaga berat badan ideal.
  • . Menguatkan tulang dan otot.
  • . Meningkatkan kelenturan tubuh.
  • . Meningkatkan kebugaran tubuh.

3.2. Manfaat Psikis/Mental.

  • Mengurangi stress.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Membangun rasa sportifitas.
  • Memupuk tanggung jawab.
  • Membangun kesetiakawanan sosial.

4. CARA MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK

1. Lakukan aktifitas fisik sekurang-kurangnya 30 menit perhari dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, misalnya :

ü Turun bus lebih awal menuju tempat kerja yang kira-kira menghabiskan 20 menit berjalan kaki dan saat pulang berhenti di halte yang menghabiskan kira-kira 10 menit berjalan kaki

ü menuju rumah.

ü Membersihkan rumah selama 10 menit, dua kali dalam sehariditambah 10 menit bersepeda.

ü Berdansa selama 30 menit.

2. Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belumterbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan ditingkatkan secara bertahap.

3. Aktifitas fisik dianjurkan minimal 30 menit, lebih lama akan lebih baik.

4. Aktifitas fisik dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan cedera, misalnya : dirumah, sekolah, tempat kerja,

dan tempat-tempat umum (sarana olahraga, lapangan, taman, tempat rekreasi, dll.)

5. Aktifitas fisik dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut dan

dapat dilakukan setiap hari.

5.JENIS OLAH RAGA KEBUGARAN JASMANI

1. Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. Misalnya :Jogging, senam, renang, bersepeda.

2. Anaerobik adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat besi, lari sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis.

6.BENTU-BENTUK OLAHRAGA & LATIHAN KEBUGARAN JASMANI

a. Latihan Kekuatan

1) Hakikat Latihan Kekuatan

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.

2) Bentuk-Bentuk Latihan Kekuatan, Antara Lain :

a) Latihan Kekuatan Otot Lengan

(1) Tujuannya : Menguatkan otot lengan

(2) Cara melakukannya :

v Mula-mula sikap badan jongkok, kedua kaki sedikit rapat, kedua tangan lurus berada diantara kedua paha mendekati lutut, telapak tangan terbuka, dan menumpu pada lantai

v Kemudian sentuhkan paha kebagian dalam dekat dengan tangan

v Lalu angkatlah kedua kaki ke atas secara perlahan-lahan hingga lepas dari lantai, siku dapat berfungsi sebagai penahan pada paha

v Sikap ini dipertahankan selama 5 sampai 8 detik

b) Latihan kekuatan otot lengan ( push-up)

(1) Tujuannya : Menguatkan otot lengan

(2) Cara melakukannya :

* Mula-mula tidur telungkup, kedua kaki dirapatkan lurus di belakang,ujung kaki bertumpu pada lantai

* Kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan dan kedua siku ditekuk

* Kemudian angkatlah badan ke atas hingga kedua tangan lurus, badan dan kaki merupakan satu garis lurus

* Lalu badan diturunkan kembali, dengan jalan membengkokkan kedua sikut, badan dan kedua kaki tetap lurus dan tidak menyentuh lantai

* Gerakan ini dilakukan berulang-ulang selama 15-30 detik

c) Latihan Kekuatan Otot Perut ( sit-up )

(1) Tujuannya : Menguatkan otot perut

(2) Cara melakukannya )

* Mula-mula tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, dan kedua tangan diletakkan di belakang kepala

* Kemudian badan diangkat ke atas, hingga dalam posisi duduk, keduatangan tetap berada di belakang kepala

* Gerakan ini dilakukan sebanyak-banyaknya (15-30 detik)

b) Latihan Kelentukan ( Fleksibilitas )

1) Hakikat Latihan Kelentukan

Kelentukan diartikan sama dengan keleluasan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian. Latihan kelentukan atau fleksibilitas bertujuan agar otot-otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti.

2) Bentuk-Bentuk Latihan Kelentukan, Antara Lain :

a) Latihan Kelentukan Otot Leher

(1) Tujuannya : Melatih persendian dan otot leher kea rah depan dan ke samping

(2) Cara melakukannya :

v Mula-mula berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan di pinggang dan pandangan ke depan.

v Kemudian miringkan kepala ke kiri dan ke kanan ( 2 × 4 hitungan )

v Anggukkan kepala ke bawah dan ke atas ( 2 × 4 hitungan )

v Tengokkan kepala ke kiri dan ke kanan ( 2 × 4 hitungan )

v Setelah itu putarkan kepala ke arah kanan sebanyak 8 hitungan dan

v kemudian putarkan kepala ke kiri sebanyak 8 hitungan

b) Latihan Kelentukan Otot Pinggang

melenturkan otot-otot bagian pinggang

(2) Cara melakukannya :

· Mula-mula berdiri tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu, keduatangan di atas pinggang dan lakukan dengan membengkokkan sederhana ke samping kiri dan kanan, secara bergantian

· Letakkan tangan di atas kepala, telapak tangan rapat, lengan lurus dan ulangi dengan membengkokkan ke samping dan lakukan lagi ke sisi yang berlawanan

· Letakkan lengan di atas pinggang dan lakukan putaran batang tubuh

· Ulangi putaran batang tubuh

c) Latihan Kelentukan Sendi Pinggul

(1) Tujuannya : Melenturkan sendi dan otot pinggul

(2) Cara melakukannya :

ü Mula-mula berdiri tegak, kedua kaki dirapatkan dan kedua tangan lurus di atas kepala

ü Kemudian ayunkan kedua belah lengan dari bawah dengan cara menekukkan lutut sampai bengkok, lalu dilanjutkkan / digerakkan sampai ke atas kelapa

ü Gerakan ini dilakukan secara berganti-gantian dari atas ke bawah dan sebalikknya

d) Latihan Kelentukan Sendi Lutut

(1) Tujuannya : Menguatkan persendian lutut

(2) Cara melakukannya :

§ Mula-mula berdiri tegak, kemudian letakkan salah satu kaki berada di depan dan kaki yang lain di belakang dengan lutut kaki yang berada di depan ditekuk

§ Kedua telapak tangan menapak / bertumpu di lantai, sejajar dengan kaki yang di depan

§ Kemudian rengutkan pinggul ke bawah berulang-ulang dengan menggunakan pergantian posisi kaki

§ Gerakan ini dilakukan ke depan dan ke belakang

e) Latihan Kombinasi Gerakan Sendi Pinggul, Pinggang dan Lutut

(1) Tujuannya : Koordinasi gerakan sendi pinggul, pinggang dan lutut

(2) Cara melakukannya :

§ Mula-mula berdiri tegak, kedua kaki dirapatkan dan kedua tangan di samping badan

§ Kemudian bungkukkan badan ke depan, kedua kaki lurus, kepala ditundukkan dan telapak tangan menyentuh tanah

§ Lalu hitungan kedua, berjongkok, tumit diangkat dan kedua tangan lurus ke depan sejajar dengan bahu

§ Hitungan ketiga, kembali ke posisi yang pertama

§ Pada hitungan keempat, lentingkan badan ke belakang, kepalatengadah ke atas

§ Gerakan ini dilakukan berulang-ulang

f) Latihan Kelentukan Pergelangan Tangan

(1) Tujuannya : Melemaskan persendian otot tangan

(2) Cara melakukannya :

§ Berdiri tegak kaki dibuka selebar bahu

§ Kedua tangan lurus di depan berpegangan tangan dengan posisi jari merapat di antara jari tangan kanan dan kiri

§ Kemudian putarkan pergelangan jari-jari tangan tersebut, sehingga kedua telapak tangan menghadap ke atas kepala

7. MANFAAT OLAHRAGA & LATIHAN KEBUGARAN JASMANI

1. Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah yang ditandai dengan :

Ø Denyut nadi istirahat menurun.

Ø Isi sekuncup bertambah.

Ø Kapasitas bertambah.

Ø Penumpukan asam laktat berkurang.

Ø Meningkatkan pembuluh darah kolateral.

Ø Meningkatkan HDL Kolesterol.

Ø Mengurangi aterosklerosis.

2. Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai pada :

v Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan.

v Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang,

v menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut.

3. Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat mengurangi cedera.

4. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal.

5. Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti :

* Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan

* diastolik.

* Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan

* mengurangi lemak tubuh.

* Kencing manis : menambah sensitifitas insulin.

* Infeksi : meningkatkan sistem imunitas.

6. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh.

7. Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.

8. Penelitian Kavanagh, latihan aerobik 3 kali seminggu selama 12 minggu.

  • Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
  • Meningkatkan HDL kolesterol.

· Mengurangi aterosklerosis.

9 Latihan kondisi fisik ( physical conditioning ) memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani ( physical fitness ). Proses latihan kondisi fisik yang dilakukan secara cermat, berulang-ulang dengan kian hari meningkat beban latihannya, kemungkinan kebugaran jasmani seseorang semakin meningkat. Hal ini akan menyebabkan seorang kian terampil, kuat dan efisien dalam gerakannya.

8.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI

1. Umur

Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8-1% per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separuhnya.

2. Jenis Kelamin

Sampai pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak laki-laki biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar.

3. Genetik

Berpengaruh terhadap kapasitas jantung paru, postur tubuh, obesitas, haemoglobin/sel darah dan serat otot.

4. Makanan

Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60- 70 %). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan untuk olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang bear.

5. Rokok

Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks, yang berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitian Perkins dan Sexton, nicotine yang ada, dapat memperbesar pengeluaran energi dan mengurangi nafsu makan.

BAB III

PENUTUP

PERHATIAN

Jika ada seseorang dengan gangguan jantung, hipertensi, nyeri dada, pusing, kehilangan kesadaran, masalah tulang dan sendi, asma, sesak napas atau hamil sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum berolah raga.

DAFTAR PUSTAKA

Gregory, S. 2007. Study Shows Veggies Flush with Carotenoids Might Counteract Testosterone

Health Risks

(http://www.nutraingredients.com/Research/Beta-carotene-could-slow-down-lung-aging,

diakses 7 Desember 2011)

(http://www.associatedcontent.com/article/282264/study_shows_veggies_flush_with_caroten

oids.html?cat=5, diakses 7 Desember 2011)

www.olympic.or.id

(http://hubpages/jurnal.com/hub/Fukoxantin-Official-Review, diakses 7 desember 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar