Senin, 12 Desember 2011

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

MAKALAH
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

Dosen: Nuraisah Jamil
























Oleh:
Eka Lusiandani Koncara



Semester 6 Jurusan Pendidikan Agama Islam
STAI DR. KHEZ. MUTTAQIEN - PURWAKARTA


2007/2008
i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Psikologi Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini” ini dengan tidak
menghadapi hambatan sedikitpun. Psikologi pendidikan adalah cabang dari
psikologi yang meneliti dan menelaah pendidikan mempelajari bagaimana
manusia belajar. Dalam hal ini, psikologi pendidikan diindikasikan memiliki
peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan proses pendidikan, salah
satunya adalah pada pendidikan anak usia dini.
Terima kasih banyak penulis haturkan kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini hingga rampung, di antaranya
yaitu:
1. Dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan semester 6 PAI STAI Dr. KHEZ
Muttaqien.
2. Rekan-rekan mahasiswa semester 6 PAI STAI Dr. KHEZ Muttaqien.
Penulis tidak menutup diri pada saran dan kritik yang pantas penulis
dapatkan guna lebih memperluas wawasan penulis sehubungan dengan materi
makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Purwakarta, Mei 2008
Penyusun


ii






DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR ................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ............................................................................ 1
B. RUMUSAN MASALAH ....................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 2
A. PSIKOLOGI PENDIDIKAN................................................................... 2
B. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI .......................................................... 4
C. PERANAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA
DINI .................................................................................................. 6
BAB III PENUTUP ............................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 8
1
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan proses tiada henti sejak manusia dilahirkan hingga
akhir hayat. Bahkan banyak pendapat mengatakan bahwa pendidikan sudah
dimulai sejak manusia masih berada dalam kandungan (pra-natal). Pastinya,
proses pendidikan akan dan harus dialami dan dijalani oleh setiap manusia di
setiap waktu.
Masa usia dini (2 – 5 tahun) adalah salah satu fase pendidikan yang
dijalani oleh manusia. Masa ini merupakan masa pendidikan yang lebih terfokus
pada psikomotor anak serta penanaman akhlaq dan sikap hidup anak didik.
Psikologi pendidikan sebagai salah satu cabang ilmu psikologi,
memberikan kontribusi penting pada proses pendidikan anak usia dini. Tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah
digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan
dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya
terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian.

B. RUMUSAN MASALAH
Banyak masalah yang dapat diangkat mengenai psikologi pendidikan
dalam pendidikan anak usia dini. Pada makalah ini penulis akan mengangkat
masalah “Bagaimana peranan psikologi pendidikan pada pendidikan anak usia
dini”.
Beberapa pertanyaan masalah yang akan penulis bahas yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan psikologi pendidikan?
2. Apa yang dimaksud dengan pendidikan anak usia dini?
3. Bagaimana peranan psikologi pendidikan pada pendidikan anak usia dini?


2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam
arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi
tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak,
tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental
tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga
Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku dan proses mental.
Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi,
orang di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf
yunani terutama Plato dan Aristoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430)
dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada
intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descrates (1596-
1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari
sebagaimana mesin lainnya. Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks.
Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad tujuh belas dan delapan belas—
Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam
bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum
menjadi ilmu pengetahuan.
Wilayah Aplikasi psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi
dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang indonesia
dengan spesialisasi membuat wilayah aplikasi ini rancu. misalnya, seorang ahli
psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau
sebaliknya.
1. Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan
dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam
3
psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi
pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar
dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar,
dan pengelolaan organisasi sekolah.
2. Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi
anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan
emosi.
3. Psikologi Industri dan Organisasi
Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi
dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu,
sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi
memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.
4. Psikologi Kerekayasaan
Penerapan Psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan
mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan
dengan mesin (human error).
5. Psikologi Klinis
Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam
memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke
ambang normal.

Dalam Undang-Undang NKRI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional disebutkan bahwa:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses
pembangunan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara”
Berkaitan dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut maka
pendidik mempunyai peranan penting dalam meningkatkan keberhasilan
pendidikan.
4
Standar nasional pendidikan No. 19 Tahun 2005 menjelaskan bahwa
proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.
Dalam hal ini, psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang
mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan
sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah guna
mencapai tujuan pendidikan nasional yang sesuai dengan standar nasional
pendidikan sehingga terselenggara proses pendidikan yang interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.

B. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Sekarang ini memang sedang ada kecenderungan anak "masuk" sekolah
sedini mungkin, terutama dikota-kota besar. Bahkan sebelum berusia 2 tahun
pun sudah bisa diterima di suatu sekolah. Hal ini terjadi karena banyak ibu yang
bekerja diluar rumah, sehingga anak tidak mendapat pengasuhan atau stimulasi
yang optimal. Kalau anda/keluarga mempunyai kesempatan mengasuh anak
sendiri di rumah, anda juga bisa melakukan bimbingan agar anak kelak tidak
pemalu tetapi cerdas, percaya diri, dan mudah menyesuaikan diri. Jadi biasakan
anak bertemu dan bermain dengan anak lain yang sebaya,serta beri kesempatan
ia pergi dengan orang dewasa lain yang dapat dipercaya selain orang tuanya
sendiri. Umumnya usia yang baik untuk anak memulai sekolah TK pada usia 4-5
tahun. Sambil menanti usia ini ada baiknya anda dan anggota keluarga lainnya
bisa mengoptimalkan perkembangan anak dirumah.
5
Menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan untuk anak-anak usia dini
memunculkan berbagai akibat, baik positif maupun negatif. Menilik pada
pernyataan di atas, memang kurang tepat apabila anak-anak usia dini ‘dipaksa’
untuk mengikuti proses pendidikan di luar lingkungan keluarganya. Apalagi
dengan banyaknya kekurang pahaman lembaga-lembaga penyelenggara
pendidikan anak usia dini terhadap psikologi perkembangan anak yang
berpengaruh terhadap metode pembelajaran yang diterapkan.
Kurangnya pemahaman terhadap metode pembelajaran mungkin
disebabkan kebingungan para tenaga pendidik. Dalam mengajar mereka hanya
berorientasi pada faktor pemikiran. Padahal dalam mendidik anak usia dini,
faktor emosi juga menjadi hal yang tak kalah penting.
Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh faktor itu. Dalam
suasana emosi yang gembira, mereka menjadi mudah menangkap maksud yang
disampaikan. Oleh karena itu pembelajaran yang diterapkan menggunakan
metode belajar sambil bermain.
Dalam PAUD, anak-anak tidak diwajibkan bisa membaca, menulis, dan
berhitung (calistung). Tapi seringkali dalam seleksi masuk SD, siswa diharuskan
menguasai calistung. Kemampuan anak dalam calistung menjadi kewajiban para
guru SD.
Menurut staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Dr
Soemiarti Patmonodewo, tidak menjadi masalah jika calistung diajarkan di
lembaga PAUD. Asalkan, penyampaiannya dilakukan dengan cara yang tepat.
"Kesalahan dalam penyampaian justru akan membuat anak stres,'' ujarnya.
Pemberian perintah secara langsung, kata dia, sebaiknya dihindari. Sebab bisa
membuat anak tertekan. "Kondisi itu membuat tujuan dari pembelajaran akan
susah tercapai.''
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini ialah proses
pendidikan yang diselenggarakan bagi anak-anak balita guna membentuk
mental, akhlak, dan kepribadian, serta perilaku. Alangkah baiknya PAUD dapat
diselenggarakan di lingkungan rumah bersama keluarga, sehingga tetap
6
memperhatikan perkembangan peserta didik secara komprehensif, walau sangat
penting juga bagi anak untuk bersosial dengan teman sebayanya.

C. PERANAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang
mendasari sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam
pembelajaran, seperti : teori classical conditioning, connectionism, operant
conditioning, gestalt, teori daya, teori kognitif dan teori-teori pembelajaran
lainnya. Terlepas dari kontroversi yang menyertai kelemahan dari masing masing
teori tersebut, pada kenyataannya teori-teori tersebut telah memberikan
sumbangan yang signifikan dalam proses pembelajaran.
Di samping itu, kajian psikologi pendidikan telah melahirkan pula
sejumlah prinsip-prinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran Nasution (Daeng
Sudirwo,2002) mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :
1. Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan
2. Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan
hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
3. Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan
berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
4. Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
5. Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil
sambilan.
6. Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
7. Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual
namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
8. Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
9. Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar
dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
10. Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering
mengejar tujuan-tujuan lain.
7
11. Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang
menyenangkan.
12. Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
13. Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.
Fase perkembangan psikologi, menurut Hurlock (1980) yang memberi
istilah “strages in the life span” (tingkatan-tingkatan dalam rentang waktu
kehidupan) bagi seluruh proses perkembangan individu, diantaranya ialah fase
anak-anak yang ciri-cirinya sebagai berikut:
1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain seperti lompat
jauh, lompat tinggi dan sebagainya.
2. Membina sikap yang sehat (positif) terhadap dirinya sendiri sebagai
seorang individu yang sedang berkembang.
3. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dengan etika moral
yang berlaku di masyarakat.
4. Belajar memainkan peran.
5. Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca, menulis, dan
berhitung.
6. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan kehidupan sehari-hari.
7. Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi sehingga menjadi
dirinya sendiri.
Psikologi pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam
penyelenggaraan PAUD, baik itu di lingkungan rumah maupun di lembaga-
lembaga penyelenggara PAUD. Dengan psikologi pendidikan, kita dapat
merencanakan dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam
menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak usia dini. Kita juga dapat
menentukan materi, metode, pendekatan, kurikulum, serta sistem penilaian
yang tepat untuk peserta didik.

8
BAB III
PENUTUP

Dari pembahasan di atas, dapat kita ambil beberapa kesimpulan sebagai
berikut:
1. Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari
bagaimana manusia belajar guna mencapai tujuan pendidikan nasional yang
sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga terselenggara proses
pendidikan yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
2. pendidikan anak usia dini ialah proses pendidikan yang diselenggarakan bagi
anak-anak balita guna membentuk mental, akhlak, dan kepribadian, serta
perilaku yang alangkah baiknya diselenggarakan di lingkungan rumah
bersama keluarga, sehingga tetap memperhatikan perkembangan peserta
didik secara komprehensif, walau sangat penting juga bagi anak untuk
bersosial dengan teman sebayanya.
3. Psikologi pendidikan memiliki peranan yang sangat mendasar dalam
penyelenggaraan pendidikan, khususnya bagi anak usia dini, karena dengan
psikologi pendidikan, kita dapat merencanakan dan mengambil langkah-
langkah yang tepat dalam menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak usia
dini.

9








DAFTAR PUSTAKA

Suryabrata, Sumadi, 2004, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Atkinson, Pengantar Psikologi, Batam: Interaksara
Chaplin, James P., 2005, Kamus Lengkap Psikologi, Jakarta: Rajawali Press
Sudarsono, 2004, Pengantar Kuliah Psikologi Umum, Fak. psikologi Unas
Pasim
Suryabrata, Sumadi, 1982, Psikologi Kepribadian, Jakarta: Rajawali Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar